,

Iklan

Menkeu, Gaya Baru Bisa Membawa Petaka

Sabtu, 18 Februari 2023, 11.06 WIB Last Updated 2023-02-18T04:07:48Z


Tribunikn.com - Sri Mulyani Indrawati mengatakan imperialisme iklim atau kebijakan iklm hanya didikte oleh beberapa negara, untuk diketahui imperialisme yaitu sebuah negara melakukan politik untuk menguasai negara lain dengan paksa.



"Namun, dalam bencana iklim ini, saya kira tidak ada negara yang bisa bersembunyi dan bisa melindungi diri mereka sendiri. Jadi, pertanyaannya adalah apakah Anda akan mewarisi kerusakan atau bahaya bagi generasi berikutnya, yang menurut saya juga dapat kita hitung, dan tidak ada negara dan negara miskin yang pasti akan menjadi lebih miskin, lebih rentan," ujar Sri Mulyani dalam MSC 2023: Geopolitics of the Green Transition di Jerman, Jumat (17/2/2023).



Bendahara Negara itu mengingatkan, imperialisme akan melahirkan ketegangan geoipolitik ataukah kebalikan dari kemajuan yang sedang terjadi.



"Saya setuju dalam hal ini bahwa setiap pertemuan COP kita perlu menciptakan optimisme sense of progress itu ada, karena jika tidak, maka tidak ada forum lain yang sebenarnya bisa kita dapatkan kesepakatan secara global," imbuhnya.



Kendati demikian, Sri Mulyani menekankan seluruh dunia harus siap menghindari 1,5 derajat celcius, karena apabila seluruh dunia tidak siap maka akan berada disituasi yang lebih buruk dengan kata lain dunia berada pada posisi yang sangat berbahaya.



"Bahkan dengan narasi semacam itu, Anda tidak dapat memindahkan sebagian besar negara di dunia karena mereka mengatakan itu dalam jangka panjang. Kita semua mati," tukasnya.



Untuk diketahui Munich Security Conference 2023 yang diadakan di jerman akan berlansung selama 3 hari (17- 19 Februari 2023).